Nasihat oentoek Pedjalan

14882164_10207874448727426_38159218437047291_o

Djalan masihlah pandjang oentoek boeng.

Beloem dihabiskan poela bekal jang boeng bawa dari roemah kemarin.

Soengai masih melintang di sisi djalan.

Masih ada air oentoek diminoem!

Beloem waktoenja boeng oentoek risaoe

Semoea masih sama amannja.

 

Djalan mengoelar di depan sana.

Hadapi dengan tenang.

Terkadang ia naik, dan boeng akan terengah

Tapi soeatoe waktoe ia toeroen djoea dan boeng bisa menarik nafas.

Moengkin boeng akan tersesat.

Namoen tak perloe risaoe karena hoetan kaja akan oembi djalar dan bamboe.

Berhentilah oentoek memetakan oelang roete.

Boeng soedah terlatih boekan?

 

Hati-hati terhadap malam.

Biarpoen tiada bagong hoetan jang riboet,

namoen ada matjan jang mengintai pelan.

Bilamana itoe waktoe datang, ingat dengan soemboe api boeng jang bisa menjala.

Njalakan!

Oesir!

Dan bersiaga hingga pagi datang.

Dan bila pagi datang, djangan loepa berdjemoer.

Tidak setiap hari matahari menjinari hoetan dan goenoeng.

Seringkali dingin dan hoedjan tak tentoe.

Makan djoega perbekalan.

Nikmati sedjenak.

 

Berdjalan lah teroes boeng ke oetara.

Lewat djalanan kerikil dan terkadang berpasir.

Awas ada pohon jang toembang, dan tanah longsor.

Djoega kaboet.

Boeng hadapi lah itoe semoea.

Semoea akan berakhir pada oedjoengnja.

Entah poentjak goenoeng, ataoe samoedra lepas.

Dan boeng akan takdjoeb melihat betapa jaoehnja djarak jang boeng telah tempoeh.

 

 

 

 

Advertisements

Kuharap hujan turun sore ini

10895251_439169342897994_1369307045_n.jpgKuharap hujan turun sore ini.

Membasahi pekarangan; menciumi bunga-bunga yang mulai layu.

Membasuh beranda; mengusiri debu yang melekat pada kursiku.

 

Namun sial, ia tak kunjung singgah;

barang sebentar saja.

 

Kupandang mendungnya awan memilih untuk menjauh.

Mengantarkan hujan berjatuhan di tempat lain.

 

Kini langit muram menjadi benderang kembali.

Menghembuskan angin beserta debu baru ke pekarangan.

 

Masa bodoh lah.

Kubiarkan saja kursiku pasrah ditimbun debu.

Dan bungaku layu tak tersentuh air.

 

Akan kusimpan keringat dan air mata;

untuk diriku sendiri.

 

Kopi Jam Dua Malam

Tuhanku, malam ini kita bertemu sekali lagi
Di kedai yang sama
Jam dua malam

Aku curahkan kembali pertanyaan yang tak kunjung kupecahkan
Juga isi hatiku yang tak elok-elok amat
Aku minta satu-dua hal yang entah apa layak Engkau berikan padaku
Aku minta ampun atas kesalahan sama yang aku ulangi kembali

Satu jam kita berbicara
Kau mendengarkan sambil menyesap kopi semesta
Aku rasakan kau hadir dihadapanku
Namun tak bisa ku menerka wajahMu

Iba kah Engkau?
Acuh kah Engkau?
Atau bahkan, marah kah Engkau?

Entahlah, tapi mulutku tak kuasa berhenti
Aku terus berbicara
Tak ada lagi kawan malam itu

Air mataku mengalir dalam gelas
Hingga penuh gelasku
Kuminum dengan getir,
satu-satunya minuman yang kudapatkan malam itu
Pahit

Seketika aku bisa rasakan wajahMu
Kulihat kasih terpancar di depanku
Dan cinta bertebaran di ruangan
Kau tersenyum riang
Seakan menemukan kawan yang hilang

Lalu Kau tepuk pundakku,
Dan bagi kopi semesta dalam gelasku

“Minumlah dengan penuh syukur!”
Kau berucap…
“Pulanglah hambaku, sesungguhnya banyak hal yang menunggumu di rumah.
Biar kuteraktir minumanmu, dan jangan pula kau ragu menemuiku disini.
Aku tak akan pergi kemana.”

Engkau tersenyum
Kuhabiskan kopiku tanpa sisa

 

Kutukan Orang Mati

Ingatlah tuan,
Suatu waktu kami akan muncul di ambang pintumu
Membalaskan bualan atas bangsamu itu
Yang dilampiaskan pada  tubuh kami
Tubuh yang saban hari bekerja untuk gaji pokokmu

Ingatlah tuan,
Suatu waktu kami akan menggugat karpet merahmu
Karpet yang dicelupkan pada samudra darah itu
Yang diteteskan dari darah kami
Darah yang sama, yang mengalir juga di nadimu

Ingatlah tuan,
Kutukan kami tak akan berubah menjadi sunyi
Ia akan terus terngiang dibawah bantalmu
Ia akan terus mengganggu tidurmu
Hingga keadilan datang padamu
Hingga maaf terlontar dari mulutmu

Kami tak akan berhenti

There She Goes

cybill shepherd-taxidriver

There she goes, walking down through the street
Casts magic to the world
Her spell fulfill the air
Dance with every men’s mind

One, two, three men fell down by her smile
Made them kneel down on their knee
One, two, three men paralyzed by her gaze
Left them stranded on their dreams

She was by her own
All alone
But, nobody can even dare to touch her
Not anybody
Not me
No, no, not even you

So, there she goes turned on the corner
Dissapeared at the edge of the street
Ruined every men’s life with a ten seconds spell
A fantasy
That will lasts for a decade